AI, misalnya, dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan akurasi pencitraan medis, mempercepat deteksi penyakit, mendukung pengambilan keputusan klinis, serta mengoptimalkan manajemen sistem kesehatan. Sementara itu, robotik medis dinilai mampu membantu mengatasi keterbatasan tenaga dokter spesialis sekaligus meningkatkan presisi tindakan medis berbasis data.
Di sisi lain, Kemenkes juga memperkuat tata kelola kesehatan digital dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, interoperabilitas, keamanan data, perlindungan etis, serta inklusivitas. Langkah tersebut diyakini mampu menciptakan iklim investasi yang lebih menarik bagi pelaku industri kesehatan global.
Pemerintah juga terus memperkuat kapasitas inovasi dan manufaktur dalam negeri sebagai bagian dari strategi membangun ketahanan kesehatan nasional. Salah satunya melalui pengembangan industri vaksin domestik yang berkembang pesat sejak pandemi Covid-19 serta meningkatnya produksi antigen lokal untuk program imunisasi nasional.
“Kemajuan ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam membangun ekosistem life science berbasis inovasi sekaligus membuka peluang kemitraan baru dalam pengembangan vaksin, produk biologis canggih, dan manufaktur biologis,” kata Rizka.
Sementara itu, Managing Partner & Head of Asia Novo Holdings, Amit Kakar, menilai Indonesia merupakan salah satu pasar layanan kesehatan paling potensial di Asia Tenggara. Besarnya jumlah penduduk, meningkatnya kebutuhan terhadap layanan kesehatan berkualitas, serta tingginya adopsi teknologi digital menjadi daya tarik utama bagi investor jangka panjang.
Ia juga mengapresiasi reformasi sektor kesehatan yang dilakukan pemerintah, termasuk pesatnya perkembangan platform digital kesehatan di Indonesia.
Sebagai perusahaan investasi milik Novo Nordisk Foundation, Novo Holdings telah menanamkan investasinya di Indonesia melalui platform layanan kesehatan digital Halodoc sejak 2021. Menurut Amit, langkah tersebut mencerminkan besarnya keyakinan investor global terhadap prospek transformasi sektor kesehatan Indonesia di masa depan.
SUMBER: KONTAN










