Inflasi Kepri Capai 3,47 Persen, BI Tegaskan Pengendalian Berjalan Efektif

Kantor Bank Indonesia
Kantor Bank Indonesia

Sementara itu, kelompok transportasi meningkat 1,13 persen (mtm) akibat lonjakan mobilitas masyarakat dan pelaksanaan berbagai agenda MICE, meskipun sempat tertahan oleh diskon akhir tahun.

Menurut BI Kepri, keberhasilan menahan inflasi sepanjang 2025 merupakan hasil penguatan koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di provinsi maupun kabupaten/kota. Serangkaian program stabilisasi dijalankan melalui strategi 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi yang Efektif.

Bacaan Lainnya

Upaya stabilisasi yang dilakukan pada Desember antara lain High Level Meeting TPID di tiga daerah, publikasi Iklan Layanan Masyarakat, edukasi inflasi, serta pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah.

Memasuki Januari 2026, sejumlah faktor yang berpotensi mendorong inflasi perlu diwaspadai, antara lain tren kenaikan harga emas global yang masih berlanjut, serta normalisasi tarif angkutan laut setelah berakhirnya diskon liburan.

Namun demikian, terdapat pula faktor penahan inflasi, seperti normalisasi permintaan pangan pasca-Nataru dan penurunan harga BBM non-subsidi sejak 1 Januari 2026.

Bank Indonesia menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi bersama TPID se-Kepri. Langkah strategis seperti peningkatan produksi pangan, pelaksanaan pasar murah, penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), dan penguatan koordinasi diharapkan mampu menjaga inflasi Kepri tetap berada dalam rentang sasaran 2,5 ± 1 persen sepanjang 2026.

Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, BI, dan pelaku pasar, Kepri diharapkan dapat menghadapi tantangan inflasi tahun 2026 dengan kondisi yang lebih stabil dan terkendali. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *