Infrastruktur Jadi Fondasi Pertumbuhan
Di tengah upaya mengejar investasi, BP Batam juga mempercepat pembangunan infrastruktur. Jalan dan konektivitas menjadi salah satu fondasi penting karena berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat, distribusi barang, aktivitas industri hingga daya saing kawasan investasi.
Hingga 3 Agustus 2026, sebanyak 12 dari 19 pekerjaan perbaikan jalan di Batam telah rampung 100 persen.
Sejumlah titik prioritas yang telah dituntaskan antara lain Jalan Gajah Mada depan Southlink, ruas jalan di sekitar Jembatan Sei Ladi, jalan di atas Underpass Yos Sudarso serta kawasan Volex.
Pekerjaan juga mencakup penataan drainase untuk memperkuat fungsi infrastruktur sekaligus mengurangi potensi genangan.
Dalam skala lebih besar, peningkatan Jalan Gajah Mada segmen Landing Point Fly Over hingga Simpang Lalan Madani telah mencapai 39,194 persen per 24 Agustus 2026.
Ruas jalan tersebut nantinya diperlebar menjadi dua jalur dengan masing-masing sisi memiliki tiga lajur.
Bagi Batam sebagai kota industri, perdagangan, jasa dan investasi, pembangunan jalan bukan semata pekerjaan konstruksi. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari rantai ekonomi yang menghubungkan kawasan industri, pusat perdagangan, pelabuhan, pekerja hingga masyarakat.
Amsakar menegaskan percepatan pembangunan tetap harus berjalan dengan memperhatikan kualitas pekerjaan dan keselamatan.
“Percepatan dilakukan secara terukur tanpa mengabaikan aspek mutu dan keselamatan pekerjaan,” katanya.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur diposisikan sebagai bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi Batam, bukan sekadar mengejar penyelesaian proyek.











