Investasi Masih Jadi Pendorong Utama dari Sisi Pengeluaran
Dari sisi pengeluaran, pendorong terbesar pertumbuhan berasal dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi yang melesat 24,08% (yoy) dengan memberikan andil sebesar 10,02%. Derasnya arus investasi baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di kawasan KEK Kepri menjadi motor utamanya.
Selain itu, Konsumsi Rumah Tangga juga tumbuh stabil sebesar 4,06% (yoy) dengan indeks kepuasan konsumen (IKK) rata-rata berada pada kriteria optimistis di angka 120,72. Konsumsi pemerintah pun tercatat tumbuh positif sebesar 15,83% (yoy).
Namun, kinerja net ekspor Kepri terkonstrasi sebesar 20,93% (yoy) akibat terganggunya rantai pasok global (global supply chain) yang dipicu oleh gejolak geopolitik, termasuk penetapan tarif perdagangan dan penutupan Selat Hormuz.
Kondisi Inflasi dan Langkah Bank Indonesia
Melihat perkembangan harga, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepri pada Juli 2026 mencatatkan inflasi tahunan sebesar 4,24% (yoy). Meski begitu, secara bulanan Kepri mengalami deflasi sebesar 0,23% (month-to-month/mtm).
Deflasi bulanan tersebut dipengaruhi oleh penurunan harga sejumlah komoditas utama, seperti emas perhiasan, tarif angkutan udara, cabai merah, kacang panjang, dan sawi hijau.










