Dari sisi komersial, pengembang telah menjajaki hampir 100 calon tenant untuk mengisi kawasan tersebut. Kehadiran berbagai merek usaha diharapkan memperkuat daya tarik pusat perbelanjaan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi baru.
Pengembangan dilakukan secara bertahap. Pakuwon Mall Batam ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2029, sementara pembukaan hotel direncanakan pada 2030.
Eddy mengatakan keberhasilan investasi tidak hanya diukur berdasarkan besarnya bangunan dan jumlah unit yang dikembangkan, tetapi juga manfaat ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat.
Menurutnya, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kunjungan wisatawan, serta terbukanya peluang usaha bagi masyarakat menjadi bagian penting dari tujuan pembangunan kawasan terpadu tersebut.
Sementara itu, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyambut positif masuknya investasi Pakuwon Group melalui pengembangan Pakuwon City Batam.
Ia menilai keputusan pengembang nasional tersebut berinvestasi di Batam menunjukkan adanya peluang ekonomi yang dapat terus dikembangkan, terutama dengan dukungan kebijakan pemerintah dan berbagai kemudahan investasi.
“Pilihan Bapak masuk ke Batam dalam fase sekarang adalah pilihan yang tepat. Saat ini, pemerintah memberikan berbagai insentif dan kemudahan untuk Batam,” kata Amsakar.
Menurutnya, investasi properti berskala besar memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah. Tidak hanya menggerakkan sektor konstruksi, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan perdagangan, jasa, pariwisata, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
