Investasi Rempang Eco-City, BP Batam Prioritaskan Agro dan Pelibatan Masyarakat

Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis
Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis

KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam menargetkan pengembangan proyek Rempang Eco-City mulai bergerak pada awal November 2026, dengan memprioritaskan sektor agro dan ketahanan pangan.

Program ini dirancang sebagai tahap awal pengembangan kawasan sekaligus membuka peluang keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi produktif.

Bacaan Lainnya

Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis saat ditemui awak media pada Rabu (28/10/2026) mengatakan pihaknya akan mulai menggerakkan program bersama PT Makmur Elok Graha (MEG) pada awal bulan depan. Namun, realisasi rencana tersebut masih bergantung pada kesiapan lahan dan koordinasi para pihak terkait.

“Mulai bergerak dengan MEG-nya itu awal bulan depan. Tapi sebenarnya program-program sosial seperti Sekolah Integrasi Merah Putih kan sudah,” kata Fary.

Menurut Fary, pengembangan Rempang Eco-City mencakup sejumlah sektor strategis yang akan dijalankan secara bertahap. Pada fase awal, BP Batam memprioritaskan sektor agro dan ketahanan pangan sebelum melanjutkan pengembangan program lain, termasuk sektor energi.

“Yang pertama kita mau dorong ini adalah agro, ketahanan pangannya. Terus ada juga untuk power energy dan beberapa program selanjutnya,” ujarnya.

Pemilihan sektor agro dan ketahanan pangan sebagai tahap awal diarahkan untuk membuka ruang partisipasi masyarakat dalam aktivitas ekonomi di kawasan Rempang.

BP Batam berharap pengembangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan kawasan, tetapi juga memberikan peluang bagi warga untuk terlibat dalam kegiatan produktif yang berpotensi mendukung perekonomian setempat.

Pos terkait