KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM– Upaya memperkuat ketahanan air bersih sekaligus mendukung pertumbuhan industri pusat data (data center) di Kota Batam memasuki babak baru. Fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di Kawasan Industri Terpadu Kabil resmi memulai pembangunan melalui prosesi peletakan batu pertama, Kamis (5/11/2026).
Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp600 miliar tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk menyediakan sumber air bersih alternatif bagi kawasan industri Kabil dan Nongsa, yang saat ini berkembang sebagai kawasan potensial investasi industri digital di Asia Tenggara.
Direktur Utama Kawasan Industri Terpadu Kabil, Peters Vincen, mengatakan pembangunan SWRO merupakan hasil perencanaan bersama BP Batam yang telah dimulai sejak beberapa tahun sebelumnya. Penentuan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan kedekatan terhadap sumber air laut serta efisiensi pembangunan infrastruktur pendukung.
Menurutnya, fasilitas SWRO tersebut dirancang untuk melayani kebutuhan air bersih di Kawasan Industri Terpadu Kabil dan kawasan Nongsa, khususnya untuk menopang pertumbuhan industri data center.
“Ini merupakan sebuah tonggak penting bagi kami untuk memulai proyek SWRO. Pembangunan ini dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi kawasan Kabil maupun Nongsa,” ujarnya.
Peters menjelaskan, tahap pertama pembangunan SWRO memiliki kapasitas produksi 300 liter per detik (LPS). Kapasitas tersebut akan dikembangkan secara bertahap mengikuti pertumbuhan kebutuhan industri, dengan target mencapai 700 LPS pada 2030.
Bahkan, infrastruktur yang disiapkan memungkinkan pengembangan kapasitas hingga 1.200 LPS apabila kebutuhan industri terus meningkat.
Untuk mendukung distribusi air, pengelola juga merencanakan pembangunan jaringan pipa khusus yang menghubungkan fasilitas SWRO di Kabil dengan kawasan Nongsa.
