KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM — Investasi sektor kesehatan di Kota Batam, Kepulauan Riau, kembali bergerak. Mayapada Group segera merealisasikan pembangunan rumah sakit dalam kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata kesehatan dengan nilai investasi sekitar Rp1,7 triliun.
Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, mengatakan proses penyelesaian lahan untuk pembangunan rumah sakit tersebut terus dipercepat. Dari total kebutuhan lahan, sekitar 1,6 hektare telah mendapatkan penyelesaian perizinan lahan (PL).
Sementara itu, lahan seluas sekitar 1,2 hektare masih dalam proses untuk mendukung kebutuhan fasilitas penunjang rumah sakit, termasuk area parkir dan bangunan pendukung.
“Urusan berkaitan dengan PL sudah kita selesaikan di 1,6 hektare. Sementara yang 1,2 hektare masih berproses,” ujar Fary.
Menurut dia, pembangunan proyek tersebut tidak menunggu seluruh proses administratif selesai secara bersamaan. Pengelola KEK pariwisata kesehatan disebut telah mempersiapkan tahapan pembangunan dan mulai mengirimkan alat berat pada pekan depan.
Proses pembangunan akan berjalan paralel dengan penyelesaian sejumlah dokumen teknis, termasuk analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
BP Batam memasukkan proyek kawasan ekonomi khusus pariwisata kesehatan tersebut ke dalam daftar ready to invest, yakni proyek investasi yang diprioritaskan untuk dipercepat realisasinya.











