Investasi Tembus Rp69 Triliun, Pelaku Industri Desak Kejelasan Kebijakan Batam

Ilustrasi Investasi
Ilustrasi Investasi

Dari sisi investasi, realisasi Batam sepanjang 2025 mencapai Rp69,3 triliun, melampaui target pemerintah pusat sebesar Rp60 triliun atau 118 persen dari target.

Disisi lain, Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menilai capaian ini sebagai bukti kuatnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha.

Bacaan Lainnya

Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak ringan. Tahun 2026 diproyeksikan menjadi periode penuh tekanan akibat dinamika global, termasuk geopolitik, gangguan rantai pasok, dan kenaikan biaya energi.

“Batam harus mampu menjaga kepercayaan investor dan memperkuat tata kelola investasi,” ujarnya.

Ke depan, sektor maritim diproyeksikan menjadi salah satu pilar utama ekonomi Batam. Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025, cakupan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam diperluas dari 80 menjadi 122 pulau.

Saat ini, Batam memiliki lebih dari 135 perusahaan galangan kapal—lebih dari 60 persen total galangan kapal di Indonesia—menjadikannya salah satu pusat industri maritim terbesar di tanah air.

“Tahun 2026 menjadi fase penting bagi Batam dalam menjalankan peran sebagai operator investasi pemerintah,” kata Fary.

Meski indikator ekonomi menunjukkan kinerja positif, dunia usaha menilai keberlanjutan pertumbuhan Batam sangat bergantung pada kepastian arah kebijakan.

Tanpa visi yang jelas dan regulasi yang stabil, capaian investasi yang tinggi dikhawatirkan sulit dipertahankan dalam jangka panjang.
“Kami menunggu kepastian visi dan misi Batam dari regulator,” tutup Adhy.(BP)

Pos terkait