Memasuki 2026, pola penyelundupan masih didominasi teknik serupa, namun dengan variasi yang semakin rumit sehingga membutuhkan pemeriksaan ekstra ketat.
Setiawan menegaskan, keberhasilan pengungkapan puluhan kasus tersebut tidak lepas dari penguatan sistem pengawasan yang kini semakin modern.
Penggunaan teknologi pemindai mutakhir, sistem analisis profil penumpang, serta koordinasi antarpetugas di bandara menjadi faktor penting dalam menggagalkan berbagai upaya penyelundupan.
Pihak Bea Cukai Batam pun mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur terlibat dalam jaringan peredaran narkotika.
Selain membahayakan keselamatan generasi muda, tindakan tersebut juga membawa konsekuensi hukum berat bagi pelaku.
Dengan tren penyelundupan yang masih berlanjut pada awal 2026, aparat memastikan pengawasan di seluruh jalur penerbangan dari Batam akan terus diperketat.
Perang melawan narkotika di pintu udara Indonesia, khususnya Batam, masih jauh dari kata usai. (Iman Suryanto)










