Peserta Fam Trip Eksplorasi Destinasi Bali
Setelah menyelesaikan rute masing-masing, kedua grup bertemu di Bali untuk menikmati sejumlah pengalaman wisata.
Rangkaian kegiatan meliputi night safari dan menyaksikan Varuna Show di Taman Safari Bali, mengikuti ritual melukat di Pura Tirta Empul, menikmati atraksi Bali Swing di Uma Ceking Resto and Swing, serta berbelanja di Krisna Oleh-Oleh Bali.
Rangkaian tersebut memberikan gambaran lebih komprehensif kepada peserta mengenai keragaman produk wisata Indonesia.
Mulai dari wisata alam, budaya, spiritual, kuliner, hingga pengalaman berbasis satwa dan rekreasi diperkenalkan secara langsung kepada para pelaku industri perjalanan India.
Pada 23 Agustus 2026, Kementerian Pariwisata juga menggelar Networking Dinner yang mempertemukan peserta Fam Trip dengan pelaku industri pariwisata yang menjadi mitra kolaborasi dalam program tersebut.
Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dan dihadiri perwakilan KAI Wisata, InJourney, Taman Safari Bali, serta Discovery Kartika Plaza Hotel sebagai perwakilan Hotel Borobudur Jakarta.
Pelaksanaan Fam Trip turut didukung sejumlah mitra dari berbagai sektor industri pariwisata, antara lain Kereta Api Indonesia Wisata, InJourney, Taman Safari Bali dan Marine Safari Bali, Hotel Borobudur Jakarta, Raja Hotel Kuta Mandalika, The Golden Saffron Indian Cuisine, dan Pala Nusantara.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari sinergi pemerintah dan pelaku industri pariwisata untuk memperkuat promosi Indonesia di pasar internasional, khususnya India.
Melalui kemitraan tersebut, para mitra turut menghadirkan pengalaman destinasi dan produk pariwisata Indonesia secara langsung kepada pelaku industri perjalanan India.
Kemenpar Dorong Peluang Bisnis Pariwisata
Asisten Deputi Pemasaran Mancanegara I Kementerian Pariwisata Dedi Ahmad Kurnia mengatakan, pengenalan langsung terhadap destinasi diharapkan dapat membantu pelaku industri perjalanan India menyusun produk wisata Indonesia yang lebih beragam dan sesuai dengan karakter pasar.
“Fam Trip merupakan bagian dari strategi intensif untuk mengakselerasi jumlah kunjungan wisatawan India ke Indonesia. Mempertemukan travel agent secara langsung dengan beragam produk dan pengalaman wisata di destinasi, serta para mitra industri pariwisata, diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bisnis dan kolaborasi yang pada akhirnya mendorong peningkatan kunjungan wisatawan India ke Indonesia,” ujar Dedi.
Melalui Fam Trip tersebut, Kementerian Pariwisata tidak hanya memperkenalkan destinasi wisata kepada pelaku industri perjalanan India, tetapi juga membuka peluang agar Yogyakarta dan Lombok semakin banyak masuk dalam paket perjalanan wisatawan India.
Dengan demikian, Bali yang telah lebih dahulu populer di pasar India dapat dikombinasikan dengan destinasi lain sehingga pilihan perjalanan wisatawan mancanegara asal India di Indonesia semakin beragam.
SUMBER: KEMENPAR










