Kemkomdigi juga terus mendorong operator telekomunikasi meningkatkan belanja modal (capital expenditure/capex) agar pembangunan jaringan dapat menjangkau lebih banyak wilayah. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi kesenjangan akses internet yang hingga kini masih terjadi di sejumlah daerah.
Pemerintah mengakui masih terdapat wilayah yang mengalami blank spot, termasuk di beberapa daerah di Pulau Jawa. Untuk mengatasinya, pembangunan konektivitas dilakukan melalui kombinasi jaringan serat optik, fixed broadband, hingga layanan internet berbasis satelit agar masyarakat memperoleh layanan yang lebih andal.
Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap akses internet terus meningkat. Menurut Kemkomdigi, konektivitas kini telah menjadi kebutuhan dasar, tidak hanya untuk mendukung aktivitas ekonomi dan pendidikan, tetapi juga dalam situasi darurat.
Hal tersebut terbukti saat terjadi bencana, di mana pemulihan jaringan telekomunikasi menjadi salah satu kebutuhan prioritas masyarakat setelah bantuan logistik.
“Kita berkomitmen menembus 100 Mbps kira-kira di dua tahun mendatang secara merata dan juga dengan harga yang semakin murah. Kami juga mendorong operator seluler dan perusahaan telekomunikasi meningkatkan belanja modal mereka sehingga dapat menjangkau daerah-daerah pinggiran. Tujuannya agar masyarakat memperoleh akses internet yang semakin terjangkau dengan kualitas layanan yang semakin baik,” ujar Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria dalam keterangan resminya, Minggu (5/7).
SUMBER: KONTAN
