Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara kebijakan yang tepat dan SDM unggul mampu memperkuat ketahanan dan daya saing daerah di tengah dinamika global.
Nyanyang juga menekankan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia pendidikan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Ia menilai UMRAH memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam merumuskan kebijakan berbasis riset yang sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan.
Ia pun mengapresiasi pelaksanaan UMRAH Nexus Expo 2026 sebagai wujud nyata kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan mitra strategis. Peluncuran lima pusat studi serta Maritime Industry and Technology Center (MITC) dinilai sebagai tonggak penting transformasi UMRAH menuju pusat inovasi yang inklusif.
“Ini adalah ruang bertemunya ide, riset, dan kebijakan untuk kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.
Nyanyang berharap kegiatan ini mampu memantik semangat mahasiswa dan peneliti untuk menghasilkan karya serta rekomendasi kebijakan konkret bagi pembangunan daerah. Ia juga mengajak seluruh pihak menjadikan Kepulauan Riau sebagai laboratorium inovasi maritim terbaik di Indonesia.
“Ini menjadi langkah konkret dalam mendorong riset aplikatif dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Polda Kepulauan Riau dan UMRAH dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta pengembangan kelembagaan.
Rektor UMRAH, Agung Damar Syakti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis kampus dalam mendukung visi “Satu Gurindam”.
UMRAH secara resmi meluncurkan lima pusat studi strategis, yakni Pusat Studi Laut Natuna, Pusat Studi Mitigasi Bencana, SDGs Center, Pusat Studi Kepolisian, serta Pusat Kajian Perencanaan, Infrastruktur, dan Kewilayahan, bersama Maritime Industry and Technology Center (MITC).
Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, akademisi, serta mitra strategis UMRAH. (***)
