Kepri Cari Solusi Atasi Gangguan Listrik, Pembangkit Mandiri Bintan Diusulkan

KABAREKONOMI.CO.ID, TANJUNGPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berencana mengusulkan pembangunan pembangkit listrik tersendiri di Pulau Bintan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Langkah ini disiapkan untuk memperkuat keandalan pasokan listrik di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sistem kelistrikan Batam.

Bacaan Lainnya

Rencana tersebut mengemuka setelah pemerintah daerah menilai pentingnya sistem pasokan listrik yang lebih andal dan tidak membuat dua wilayah sekaligus terdampak ketika terjadi gangguan kelistrikan.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kepri, M. Darwin, mengatakan usulan pembangunan pembangkit sendiri menjadi salah satu langkah jangka panjang untuk menjamin ketersediaan listrik di Pulau Bintan.

“Hal ini dilakukan untuk menjamin keandalan kelistrikan di Pulau Bintan,” kata Darwin, Senin (19/10/2026).

Menurut dia, kebutuhan listrik di Pulau Bintan saat ini mencapai sekitar 105 megawatt (MW). Untuk memberikan ruang pengamanan pasokan sekaligus mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik, ketersediaan daya hingga 150 MW dinilai lebih memadai.

“Se-Pulau Bintan kan butuh 105 MW. Jika kita dapat 150 MW, itu sudah aman,” ujarnya.

Pasokan dari Tanjung Sauh Jadi Opsi Jangka Pendek

Sambil mempersiapkan rencana pembangunan pembangkit tersendiri, Pemprov Kepri juga menjajaki solusi untuk memperkuat pasokan listrik dalam waktu lebih dekat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *