KABAREKONOMI.CO.ID, Batam – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga 1 Juni 2026, jumlah peserta JKN di Kepri telah mencapai 2.276.949 jiwa atau 97,53 persen dari total penduduk sebanyak 2.334.574 jiwa.
Tak hanya dari sisi cakupan kepesertaan, tingkat keaktifan peserta juga tergolong tinggi. Sebanyak 1.864.841 peserta atau 79,88 persen tercatat aktif sehingga dapat mengakses layanan kesehatan kapan saja saat dibutuhkan.
Asisten Deputy Bidang SDM, Umum, dan Komunikasi Kedeputian Wilayah II BPJS Kesehatan, Jaenal M. Sambas, mengatakan tingginya kepesertaan JKN menjadi modal penting dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang sehat, produktif, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Perlindungan kesehatan melalui Program JKN tidak hanya memberikan kepastian akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan daya saing daerah,” ujar Jaenal disela-sela Media Gathering BPJS Kesehatan Provinsi Kepri, pada Kamis (18/6/2026) siang.
Ia menjelaskan, dibandingkan tahun 2014, capaian JKN di Kepri mengalami lonjakan yang sangat signifikan.
Pada 2014, cakupan kepesertaan baru mencapai 39,58 persen atau sekitar 924.114 jiwa. Kini, angka tersebut melonjak menjadi 97,53 persen, atau meningkat 57,95 persen dalam kurun waktu sekitar 12 tahun.
Sementara itu, secara nasional, jumlah peserta JKN hingga 1 Juni 2026 mencapai 285.493.874 jiwa atau 99,02 persen dari total penduduk Indonesia sebanyak 288.315.089 jiwa.
Tingkat keaktifan peserta nasional tercatat 79,02 persen dengan jumlah peserta aktif mencapai 227.823.634 jiwa.
