KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM — Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus menunjukkan kinerja positif dan pertumbuhan yang solid. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Kepri pada triwulan II 2026 mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,99% (year-on-year/yoy).
Meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan capaian triwulan I 2026 yang tumbuh sebesar 7,04% (yoy), angka ini masih menempatkan Kepri sebagai wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Sumatra. Capaian tersebut juga melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Sumatra secara keseluruhan yang berada di angka 5,06% (yoy).
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Ardhienus Arfiansyah, menyampaikan bahwa penopang utama pertumbuhan ekonomi Kepri dari sisi Lapangan Usaha (LU) adalah sektor industri pengolahan, konstruksi, pertambangan dan penggalian, serta perdagangan besar dan eceran.
“Sektor Industri Pengolahan tumbuh kuat didorong oleh tingginya permintaan chipset untuk Electric Vehicle (EV) di tingkat global. Sementara itu, sektor konstruksi terakselerasi sejalan dengan berlanjutnya pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri (KI), serta masifnya pembangunan data center di Batam,” ungkap Ardhienus.
Di sisi lain, sektor perdagangan mengalami kenaikan signifikan berkat meningkatnya kunjungan wisatawan selama periode liburan. Adapun sektor pertambangan tetap tumbuh positif meski terakselerasi normalisasi setelah melonjak pada periode yang sama tahun lalu akibat penemuan sumur migas Forel dan Terubuk.
