Salah satu potensi yang dinilai menjanjikan adalah rencana pembangunan data center AI di Kota Batam yang diproyeksikan mampu menarik investasi teknologi bernilai tinggi.
Sementara itu, Ketua Kadin Kepri, Mustava, mengatakan tren investasi di Kepri terus menunjukkan peningkatan, khususnya pada sektor data center. Menurutnya, posisi geografis Kepri yang berdekatan dengan Singapura menjadi keunggulan kompetitif dalam menarik investor.
“Kepri saat ini menjadi salah satu tujuan utama investasi data center. Ini menjadi peluang besar bagi daerah untuk tumbuh sebagai pusat ekonomi baru,” ujarnya.
Mustava menambahkan, kepengurusan baru Kadin Kepri diperkuat 33 wakil ketua bidang yang disesuaikan dengan kebutuhan sektor industri, sehingga organisasi diharapkan mampu menjawab tantangan dunia usaha yang semakin dinamis.
Ia juga menilai situasi geopolitik global justru membuka peluang relokasi investasi ke Kepri. Kawasan FTZ yang menawarkan kemudahan perizinan dinilai menjadi salah satu faktor utama yang menarik minat investor.
“Kita optimistis ekonomi Kepri akan terus melaju. Apalagi kunjungan wisatawan dari negara tetangga seperti Singapura ke Batam juga terus meningkat setiap pekan,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, berharap kepengurusan baru Kadin dapat memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam mendorong lahirnya kawasan-kawasan ekonomi baru.
“Semoga kita terus bersama membuktikan bahwa Kepri merupakan kawasan ekonomi yang strategis dan akan terus kita dorong pengembangannya,” ujar Ansar. (****)
