Ketika Hujatan Menutupi Pengabdian, Kisah Iman Sutiawan

FOTO Hasil AI
FOTO Hasil AI

Di wilayah Kepulauan Riau, Iman dikenal aktif turun langsung ke tengah masyarakat, terutama di kawasan pesisir dan pulau-pulau penyangga. Ia kerap terlibat dalam kegiatan sosial, mulai dari penyaluran sembako, santunan anak yatim, hingga menyerap aspirasi masyarakat melalui reses dan kunjungan lapangan.

Pada momentum HUT Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tahun 2026, ribuan paket bantuan disalurkan kepada masyarakat kurang mampu. Bantuan itu tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat pesisir yang selama ini kerap luput dari perhatian.

Bacaan Lainnya

Salah satu kisah yang paling menyentuh datang dari Pulau Kasu, kampung halamannya di Kecamatan Belakang Padang, Batam. Di tengah keterbatasan akses pendidikan, pembangunan Pondok Pesantren Nurul Iman menjadi simbol harapan baru. Pesantren ini diharapkan mampu membuka akses pendidikan agama bagi anak-anak pulau tanpa harus meninggalkan kampung halaman mereka.

Iman terlihat aktif memantau pembangunan tersebut, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat setempat. Dukungan juga datang dari pemerintah daerah dalam bentuk pengembangan fasilitas dan bantuan sosial bagi masyarakat pesisir.

Selain itu, perhatian terhadap nelayan, dukungan terhadap program BPJS Ketenagakerjaan, hingga upaya mendorong pembangunan kawasan pulau menjadi bagian dari kiprah yang terus ia jalankan.
Sayangnya, hal-hal semacam ini jarang menjadi viral.
Tidak banyak kamera hadir ketika bantuan disalurkan.
Tidak banyak sorotan saat anak yatim disantuni.
Tidak banyak perhatian ketika masyarakat pulau diperjuangkan.

Namun satu kesalahan bisa dengan cepat menyebar, membentuk opini, bahkan menghapus jejak kebaikan yang telah lama dibangun.

Padahal, manusia tidak pernah hanya terdiri dari satu kesalahan.

Mengkritik pejabat publik adalah bagian penting dari demokrasi. Namun kritik yang sehat seharusnya tidak menutup mata terhadap keseluruhan perjalanan seseorang.

Sebab bisa jadi, sosok yang hari ini menjadi sasaran hujatan adalah orang yang diam-diam telah membantu banyak orang—tanpa pernah meminta tepuk tangan. (Adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *