Ketua DPD RI Sultan Najamudin Dorong Green Economy dan Energi Baru Terbarukan

KABAREKONOMI.CO.ID, JAKARTA – Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin mengatakan DPD RI mendorong penguatan ekonomi hijau atau green economy melalui pengelolaan sampah dan pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Menurut Sultan, pengembangan green economy perlu menjadi bagian dari arah pembangunan Indonesia dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Bacaan Lainnya

“DPD RI juga menaruh perhatian besar pada pengelolaan sampah serta Energi Baru dan Terbarukan menuju Green Economy,” ujar Sultan dalam pidatonya pada pembukaan Sidang Tahunan MPR RI bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).

Selain pengelolaan sampah dan pengembangan EBT, Sultan mengatakan DPD RI juga memberikan perhatian terhadap penataan ruang serta perlindungan dan pengendalian kebakaran hutan.

Upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim juga dinilai perlu diperkuat dalam pembangunan nasional dan daerah. Menurut Sultan, langkah tersebut penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan keberlanjutan lingkungan.

Sultan sebelumnya menyampaikan gagasan Green Democracy sebagai paradigma yang menyeimbangkan pembangunan politik dengan keberlanjutan sosial, ekonomi, dan ekologi.

Gagasan tersebut juga diarahkan untuk memastikan kemajuan ekonomi saat ini tidak menjadi beban ekologis bagi generasi mendatang. Dalam konteks tersebut, pengembangan green economy menjadi salah satu bagian penting untuk mendorong pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Dorong Transformasi Digital

Selain isu lingkungan, Sultan menambahkan bahwa transformasi digital juga perlu dipercepat melalui perluasan infrastruktur internet, peningkatan literasi digital, penerapan smart government, pemanfaatan artificial intelligence (AI), serta penguatan perlindungan data.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital harus dibarengi dengan upaya menjaga keamanan dan kedaulatan data nasional.

“Sebagai aset strategis, kedaulatan data harus dijaga oleh negara,” tegasnya.

SUMBER: KONTAN

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *