KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM — Baru saja resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepulauan Riau periode 2026–2031, Nyanyang Haris Pratamura langsung menegaskan arah besar organisasi yang kini dipimpinnya.
Tidak sekadar mengurus sektor pertanian konvensional, Nyanyang menargetkan HKTI menjadi motor penggerak lahirnya ekosistem ekonomi baru di Kepulauan Riau berbasis pertanian modern, hilirisasi produk lokal, hingga pengembangan agro wisata yang memiliki daya saing tinggi.
Nyanyang yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Kepulauan Riau menilai, selama ini sektor pertanian di wilayah kepulauan sering dipandang sebagai sektor pelengkap di tengah dominasi industri manufaktur, perdagangan, hingga investasi kawasan industri.
Padahal, menurutnya, sektor pertanian justru menyimpan potensi besar apabila dikembangkan dengan pendekatan yang tepat dan didukung teknologi modern.
Karena itu, di bawah kepemimpinannya selama lima tahun ke depan, HKTI Kepri akan difokuskan menjadi wadah strategis untuk memperkuat produktivitas pertanian daerah sekaligus mendorong terbentuknya rantai ekonomi baru yang memberikan nilai tambah lebih besar kepada masyarakat.
“Ke depan kita ingin pertanian di Kepulauan Riau tidak lagi dipandang sebagai sektor tradisional semata. Kita ingin membangun sistem yang lebih modern, produktif, dan mampu menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Nyanyang dalam diskusi santai bersama awak media pada Selasa (30/6/2026) pagi.
Menurutnya, kondisi geografis Kepulauan Riau yang terdiri dari banyak pulau memang menghadirkan tantangan tersendiri bagi pengembangan sektor pangan dan pertanian.










