Mustava juga berharap investasi ini dapat memperkuat sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong kemajuan industri serta meningkatkan daya saing daerah.
“Kami berharap investasi ini dapat menjadikan Kepulauan Riau semakin menarik bagi investor nasional maupun internasional. KADIN Provinsi Kepulauan Riau siap mendukung terciptanya iklim usaha dan investasi yang kondusif demi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kepri,” katanya.
Sementara itu, bagi Batam, pengembangan industri berteknologi tinggi menjadi peluang untuk memperluas basis ekonomi sekaligus meningkatkan nilai tambah dari kegiatan industri di kawasan tersebut.
Jika tahapan investasi berjalan sesuai rencana, pengembangan hilirisasi silika dan fasilitas produksi berbasis AI berpotensi membuka kebutuhan tenaga kerja dengan keterampilan yang semakin beragam, termasuk di bidang teknik, otomasi, teknologi informasi, dan pengelolaan industri.
Peluang pengembangan semikonduktor dan baterai sodium-ion juga dapat memperluas prospek Batam dalam ekosistem industri elektronik dan penyimpanan energi.
Meski demikian, dampak ekonomi proyek akan sangat bergantung pada realisasi investasi, pembangunan fasilitas produksi, kebutuhan tenaga kerja, serta keterlibatan perusahaan lokal dalam rantai pasok.
Dukungan pemerintah, kepastian regulasi, kesiapan infrastruktur, dan ketersediaan sumber daya manusia menjadi faktor penting agar investasi tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan.
Dengan dukungan dunia usaha dan sinergi berbagai pemangku kepentingan, proyek Wiraraja GESEIP diharapkan menjadi salah satu penggerak transformasi industri Batam sekaligus memperkuat posisi Kepulauan Riau sebagai tujuan investasi strategis di Indonesia.(Iman Suryanto)












