KABAREKONOMI.CO.ID, Tanjungpinang – Kinerja ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Triwulan I 2026 mencatat capaian menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi secara tahunan (year-on-year/y-on-y) mencapai 7,04 persen, tertinggi di antara seluruh provinsi di Pulau Sumatera.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut, sekaligus mengapresiasi kontribusi berbagai pihak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Alhamdulillah, kita patut bersyukur atas capaian ini. Pertumbuhan 7,04 persen menjadi bukti kerja bersama seluruh elemen, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat,” ujar Nyanyang.
Data menunjukkan, selain menjadi yang tertinggi di Sumatera, Kepri juga mencatat kontribusi sebesar 7,30 persen terhadap total perekonomian wilayah tersebut. Ini menandakan posisi Kepri semakin strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional.
Dengan migas, ekonomi tumbuh 7,04 persen (y-on-y), meski secara triwulan (q-to-q) mengalami kontraksi -3,54 persen.
Tanpa migas, pertumbuhan mencapai 5,50 persen (y-on-y), dengan kontraksi q-to-q -3,06 persen
Menurut Nyanyang, kontraksi secara triwulan merupakan hal yang wajar akibat faktor musiman, dan tidak mengganggu tren pertumbuhan tahunan yang tetap kuat.
Lebih lanjut, Nyanyang menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap capaian ini, mulai dari dunia usaha, investor, hingga masyarakat.









