Konferensi Nasional Kusta 2026, Komitmen Kepri Menghapus Penyakit, Mengembalikan Harapan

“Kepala daerah harus memahami peran mereka sebagai administrator dengan political will yang kuat. Jika kita mampu mengatasi pandemi Covid-19, maka kusta yang bersifat endemi dan lokal tentu bisa kita atasi,” tegas Tito.

Senada dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menekankan bahwa keberhasilan setiap program nasional selalu bergantung pada implementasi di daerah, tempat masyarakat menerima pelayanan kesehatan secara langsung.

Bacaan Lainnya

Pesan tersebut disambut serius oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Bagi Nyanyang Haris Pratamura, kolaborasi lintas daerah menjadi fondasi penting untuk mempercepat langkah menuju eliminasi kusta.

Usai penandatanganan nota kesepahaman bersama sekitar 15 gubernur dan wakil gubernur, Pemerintah Provinsi Kepri berkomitmen segera memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota agar upaya pencegahan berjalan lebih efektif.

“Kami di Kepri bersama Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota segera berkoordinasi untuk memperkuat langkah preventif dan pencegahan. Pemerintah pusat juga akan memberikan dukungan sebagai bagian dari upaya eliminasi. Mudah-mudahan Kepri bebas dari kusta,” ujar Nyanyang.

Pernyataan itu bukan sekadar optimisme. Bagi provinsi kepulauan yang terdiri dari ratusan pulau dengan karakteristik wilayah yang beragam, membangun sistem deteksi dini, edukasi masyarakat, dan pemerataan pelayanan kesehatan merupakan tantangan yang harus dijawab melalui kerja sama semua pihak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *