KABAREKONOMI.CO.ID, Natuna – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Natuna untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan sektor perikanan, perluasan akses pembiayaan, serta penguatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat hingga ke wilayah perdesaan.
Penguatan sinergi tersebut dilakukan melalui audiensi Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya dengan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna Hadi Suryanto yang didampingi Sekretaris Dinas Perikanan Dedy Damhudy serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna Erson Gempa Afriandi di Kabupaten Natuna, Selasa (29/9).
Dalam audiensi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya menyampaikan bahwa karakteristik geografis Natuna yang didominasi wilayah perairan menempatkan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah.
“Dengan 99,24 persen wilayah Natuna berupa lautan, potensi ekonomi biru di daerah ini sangat besar dan perlu kita dorong menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. OJK bersama Pemerintah Daerah dan industri jasa keuangan akan memperkuat ekosistem pembiayaan agar potensi tersebut dapat berkembang secara produktif dan berkelanjutan,” ujar Sinar.
Sinar menambahkan bahwa implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) semakin memperkuat peran OJK dalam mendorong sektor jasa keuangan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi daerah.
“OJK tidak hanya memastikan sektor jasa keuangan tumbuh sehat dan stabil, tetapi juga mendorong sektor jasa keuangan menjadi katalis bagi pengembangan ekonomi daerah. Di Natuna, kami ingin memastikan potensi sektor perikanan dapat bertemu dengan akses pembiayaan yang tepat agar pelaku usaha dapat berkembang dan naik kelas,” kata Sinar.
Inisiatif tersebut menjadi relevan dengan kondisi intermediasi perbankan di Natuna.
Berdasarkan data terbaru, penyaluran kredit bank umum di Natuna mengalami kontraksi sebesar 6,31 persen secara tahunan (year on year/yoy), sementara penyaluran kredit bank umum di Provinsi Kepulauan Riau tumbuh sebesar 36,20 persen yoy.











