Ady Indra Pawennari menegaskan keputusan mundur bukan diambil secara emosional. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan hasil pertimbangan setelah melihat ruang berkarya yang dinilai semakin terbatas.
“Kami sudah tidak memungkinkan lagi untuk berkreasi. Kami benar-benar dibungkam untuk membuat kegiatan positif bagi rekan-rekan seprofesi,” ujarnya.
Ia mencontohkan rencana penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang telah dipersiapkan oleh KJK.
“Kami sudah siap memfasilitasi UKW secara gratis, mulai dari pembiayaan sampai tempat pelaksanaan. Semua ditanggung KJK,” katanya.
Ady mengatakan pihaknya juga telah berupaya menjalankan arahan Ketua Umum PWI Pusat agar KJK berkolaborasi dengan PWI Kepri.
Namun, menurutnya, hasil pembahasan justru mengarah pada permintaan agar KJK dibubarkan dan tidak lagi menggunakan nama komunitas tersebut.
“Kami justru diminta melebur ke PWI dan tidak lagi menggunakan nama KJK. Bagi kami, itu merupakan pembatasan terhadap ruang kreativitas,” katanya.
Karena itu, ia memutuskan mengundurkan diri dari PWI.









