Pelayanan kepada Dunia Usaha
Di sisi lain, Bea Cukai juga diminta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan dunia usaha.
Kemudahan, kecepatan, transparansi, dan kepastian dinilai penting untuk memperlancar arus barang, meningkatkan daya saing dunia usaha, mendorong ekspor, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Suahasil mengatakan Bea Cukai tidak hanya berperan sebagai pengumpul penerimaan negara atau revenue collector. Institusi tersebut juga memiliki fungsi sebagai pelindung masyarakat (community protector), fasilitator perdagangan (trade facilitator), dan pendukung industri (industrial assistance).
Untuk menghadapi tantangan ke depan, Bea Cukai diminta memperkuat tiga aspek, yakni sumber daya manusia yang berintegritas dan kompeten, teknologi dan intelijen, serta proses bisnis yang efektif, terintegrasi, dan bersinergi dengan seluruh unsur pemerintah.
Suahasil juga menekankan bahwa keberhasilan pengawasan Bea Cukai tidak semata-mata diukur dari banyaknya penindakan. Kepercayaan masyarakat terhadap institusi juga menjadi ukuran penting.
“Pengawasan yang kuat tidak semata-mata diukur dari banyaknya penindakan, tetapi pengawasan yang kuat juga diukur dari kepercayaan masyarakat kepada institusi kita. Jaga kepercayaan masyarakat melalui tindakan nyata,” tegasnya.
Dalam momentum 80 tahun Bea Cukai, Suahasil meminta jajaran DJBC mempertahankan hal-hal yang sudah baik, memperbaiki kekurangan, serta melakukan pembenahan secara konsisten.
SUMBER: KONTAN
