Menkeu Soroti Penerimaan Bea Cukai Rp240,28 Triliun, Pengawasan Impor Ilegal Diperkuat

Pelayanan kepada Dunia Usaha

Di sisi lain, Bea Cukai juga diminta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan dunia usaha.

Kemudahan, kecepatan, transparansi, dan kepastian dinilai penting untuk memperlancar arus barang, meningkatkan daya saing dunia usaha, mendorong ekspor, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Bacaan Lainnya

Suahasil mengatakan Bea Cukai tidak hanya berperan sebagai pengumpul penerimaan negara atau revenue collector. Institusi tersebut juga memiliki fungsi sebagai pelindung masyarakat (community protector), fasilitator perdagangan (trade facilitator), dan pendukung industri (industrial assistance).

Untuk menghadapi tantangan ke depan, Bea Cukai diminta memperkuat tiga aspek, yakni sumber daya manusia yang berintegritas dan kompeten, teknologi dan intelijen, serta proses bisnis yang efektif, terintegrasi, dan bersinergi dengan seluruh unsur pemerintah.

Suahasil juga menekankan bahwa keberhasilan pengawasan Bea Cukai tidak semata-mata diukur dari banyaknya penindakan. Kepercayaan masyarakat terhadap institusi juga menjadi ukuran penting.

“Pengawasan yang kuat tidak semata-mata diukur dari banyaknya penindakan, tetapi pengawasan yang kuat juga diukur dari kepercayaan masyarakat kepada institusi kita. Jaga kepercayaan masyarakat melalui tindakan nyata,” tegasnya.

Dalam momentum 80 tahun Bea Cukai, Suahasil meminta jajaran DJBC mempertahankan hal-hal yang sudah baik, memperbaiki kekurangan, serta melakukan pembenahan secara konsisten.

SUMBER: KONTAN

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *