Minat Baca Generasi Muda Menurun, Dinas Perpustakaan Batam Gencarkan Program Literasi

“Batam dekat dengan negara maju dan sudah lama dikenal sebagai kota digital. Tetapi pertanyaannya, di mana literasi digital kita? Karena itu perlu dukungan semua pihak, termasuk perusahaan-perusahaan yang bisa membantu penyediaan sarana dan fasilitas literasi,” katanya.

Herman turut menyoroti perubahan pola konsumsi informasi di kalangan pelajar yang kini lebih banyak menghabiskan waktu menonton konten digital dibanding membaca buku.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, kondisi tersebut harus dijawab dengan menghadirkan perpustakaan yang lebih menarik, nyaman, dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Kalau perpustakaan tidak menarik, jangankan anak-anak, orang dewasa pun enggan datang. Karena itu fasilitas harus diperbaiki, koleksi buku diperbarui, dan ruang perpustakaan dibuat lebih nyaman,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi bukanlah ancaman bagi dunia literasi. Kehadiran buku digital, e-book, dan berbagai platform digital justru dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan.

Selain itu, Herman mengingatkan pentingnya literasi dalam menghadapi maraknya penyebaran hoaks di media sosial. Menurutnya, budaya membaca akan membantu masyarakat menjadi lebih kritis dalam menyaring dan memverifikasi informasi.

“Kenapa kita mudah percaya hoaks? Karena kita kurang membaca. Membaca bukan hanya soal buku, tetapi kemampuan mencari, membandingkan, memverifikasi, dan memahami informasi yang diterima,” tegasnya.

Sebagai upaya menumbuhkan minat baca sejak usia dini, Dinas Perpustakaan Kota Batam terus mengoperasikan program perpustakaan keliling yang menyasar sekolah-sekolah dasar hingga menengah.

“Kami mendatangi sekolah-sekolah melalui perpustakaan keliling agar anak-anak mengenal perpustakaan sejak dini dan tumbuh kecintaannya terhadap kegiatan membaca,” tutup Herman.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Kepri, Ardhienus, mengatakan World Book Day menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat kembali membudayakan membaca di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan penggunaan gawai.

Menurutnya, literasi merupakan fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, kritis, kreatif, dan berdaya saing. Karena itu, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), tidak boleh menggeser kebiasaan membaca dan menulis di kalangan generasi muda. (Iman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *