“Pasar ingin percaya bahwa upaya perdamaian akan terus berlangsung, tetapi masih menunggu bukti nyata di lapangan sebelum benar-benar yakin,” ujar Waterer.
Di sisi lain, pasokan minyak global mulai meningkat seiring kembali normalnya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang sebelum konflik menangani sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.
Salah satu negara yang meningkatkan produksi adalah Kuwait. Berdasarkan sumber yang mengetahui persoalan tersebut, produksi minyak Kuwait melonjak menjadi 1,65 juta barel per hari pada Juni 2026, naik signifikan dibandingkan 580.000 barel per hari pada Mei.
Peningkatan produksi dilakukan setelah tercapainya kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong negara tersebut meningkatkan ekspor minyak ke pasar internasional.
Selain Kuwait, Arab Saudi juga mempercepat distribusi minyaknya ke pasar global. Data pelayaran menunjukkan sedikitnya lima kapal tanker berukuran sangat besar (VLCC) yang mengangkut sekitar 10 juta barel minyak mentah telah keluar dari Selat Hormuz.
