Modernisasi TPK Batu Ampar Dongkrak Efisiensi Logistik dan Perkuat Daya Saing Batam

Pelabuhan Terminal Peti Kemas
Pelabuhan Terminal Peti Kemas

Perbaikan kinerja tersebut turut berdampak terhadap tingkat kepadatan dermaga. Berth Occupancy Ratio (BOR) yang sebelumnya mencapai 133 persen berhasil ditekan menjadi 58 persen.

Penurunan BOR menunjukkan aktivitas sandar kapal semakin optimal dan antrean di dermaga dapat dikurangi sehingga proses logistik berlangsung lebih lancar.

Bacaan Lainnya

Kapasitas Naik 900 Ribu TEUs

Modernisasi TPK Batu Ampar juga dibarengi dengan peningkatan kapasitas infrastruktur. Saat ini, terminal tersebut telah mengoperasikan lima unit STS Crane serta memperluas lapangan penumpukan peti kemas menjadi 12 hektare.

Pengembangan tersebut mendorong kapasitas throughput peti kemas dari sebelumnya sekitar 350.000 TEUs menjadi 900.000 TEUs.

Menurut Benny, peningkatan kapasitas tersebut menjadi bagian dari langkah strategis untuk menjadikan Batu Ampar sebagai salah satu simpul logistik penting di kawasan regional.

“Pengembangan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menjadikan TPK Batu Ampar sebagai terminal peti kemas berstandar global. Dengan tambahan enam STS Crane pada tahap pengembangan berikutnya, kapasitas operasional ditargetkan dapat mencapai 2 juta TEUs,” ujarnya.

BP Batam tidak berhenti pada capaian kapasitas 900.000 TEUs. Pengembangan tahap ketiga TPK Batu Ampar direncanakan dimulai pada 2028 melalui skema Kerja Sama Pemanfaatan Dalam Rangka Penyediaan Infrastruktur (KSP DRPI) bersama PT Batam Terminal Petikemas (BTP).

Pos terkait