KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM — Modernisasi Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau, mulai memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi rantai logistik.
Pengoperasian armada Ship to Shore (STS) Crane tidak hanya mempercepat proses bongkar muat, tetapi juga memperkuat kapasitas pelabuhan dalam mendukung aktivitas perdagangan dan industri di kawasan.
Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni saat menjawab pertanyaan IDNNews Group pada Senin (24/8/2026) mengatakan bahwa, modernisasi fasilitas bongkar muat menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan daya saing TPK Batu Ampar.
“Modernisasi fasilitas bongkar muat melalui pengoperasian STS Crane memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap efisiensi operasional TPK Batu Ampar. Waktu tunggu kapal, waktu sandar, hingga produktivitas bongkar muat menunjukkan perbaikan yang cukup besar,” kata Benny Syahroni.
Berdasarkan capaian operasional, waktu tunggu kapal sejak tiba hingga mulai melakukan kegiatan bongkar muat berhasil dipangkas 57 persen, dari rata-rata 1,4 jam menjadi hanya 0,6 jam.
Efisiensi juga terlihat pada vessel turnaround time. Waktu yang dibutuhkan kapal sejak sandar hingga meninggalkan pelabuhan turun 65 persen, dari sebelumnya sekitar 20 jam menjadi hanya 7 jam.
Sementara itu, produktivitas bongkar muat kapal atau Ship Handling Productivity (BSH) meningkat tajam sebesar 192 persen, dari 12 BSH menjadi 35 BSH. Produktivitas penanganan kontainer atau Container Handling Productivity (BCH) juga naik 47 persen, dari 17 BCH menjadi 25 BCH.
