Sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah, peringatan tahun ini juga diwarnai dengan penyusunan buku sejarah perjuangan oleh BP3KR, yang diharapkan menjadi warisan pengetahuan bagi generasi muda agar tidak melupakan perjalanan panjang daerah.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Menagih Kembali Marwah Negeri”, yang dimaknai sebagai ajakan refleksi terhadap perjalanan Kepri selama 24 tahun terakhir.
Wagub Nyanyang menilai, usia 24 tahun menjadi fase penting untuk mengevaluasi capaian sekaligus memperkuat arah pembangunan ke depan. Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum ini sebagai titik penguatan komitmen dalam membangun Kepri yang lebih maju dan berdaya saing.
“Perjuangan belum selesai. Kita harus terus menjaga marwah negeri dengan bekerja lebih keras, memperkuat kemandirian daerah, dan memastikan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” ujarnya.
Nyanyang menegaskan peringatan Hari Marwah harus melahirkan langkah konkret. Semangat perjuangan para pendahulu harus diterjemahkan dalam kebijakan pembangunan yang berpihak kepada rakyat, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan ekonomi daerah.
Dalam konteks tersebut, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendorong berbagai program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat di Provinsi Kepulauan Riau.
Beberapa program prioritas yang disoroti antara lain penguatan program MBG, pengembangan Koperasi Merah Putih, pembangunan Kampung Nelayan, serta penguatan Sekolah Rakyat. Program-program tersebut dinilai selaras dengan semangat Hari Marwah yang menekankan kemandirian dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.









