MoU BP Batam dan PT Galang Bumi Industri Buka Jalan Pengembangan Kawasan Industri Galang

Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis
Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis

Fary menyampaikan bahwa rencana pembangunan perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan, termasuk karakteristik topografi dan kebutuhan pekerjaan pematangan lahan atau cut and fill.

Berdasarkan hasil survei topografi yang telah dilakukan, kondisi kontur tanah di area tahap awal membutuhkan penanganan khusus. Karena itu, pelaksanaan pekerjaan fisik harus memperhitungkan tingkat kesulitan pematangan lahan agar target pembangunan dapat dicapai secara realistis.

Bacaan Lainnya

Dari sisi kesiapan sosial, Fary menyatakan bahwa pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah Galang telah dilakukan sejak sebelumnya. Ia juga menyebut proses pembebasan lahan telah berjalan.

Meski demikian, realisasi proyek tetap membutuhkan koordinasi berkelanjutan antara BP Batam, pengembang, investor, dan pihak terkait agar tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana.

Selain mendorong investasi dan hilirisasi industri, proyek kawasan industri Wiraraja juga diproyeksikan memberikan dampak terhadap penciptaan lapangan kerja.

Dalam keterangannya, Fary menyebut potensi penyerapan tenaga kerja mencapai puluhan ribu orang. Namun, jumlah tersebut merupakan proyeksi pengembangan kawasan secara keseluruhan, bukan jumlah tenaga kerja yang langsung terserap pada tahap pertama.

Dengan pengembangan yang dilakukan secara bertahap, realisasi kebutuhan tenaga kerja akan mengikuti perkembangan pembangunan infrastruktur, masuknya investor, serta operasional fasilitas industri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *