Muhammad Yunus Muda juga mengapresiasi pembiayaan proyek yang memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan, sehingga tidak membebani anggaran pemerintah daerah.
“Dari legislatif tentu kami sangat mendukung, apalagi pembangunannya menggunakan dana CSR perusahaan. Ini merupakan bentuk kolaborasi yang baik untuk mempercantik wajah Kota Batam,” tutupnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemerintah di Kota Batam resmi memulai pembangunan penataan kota melalui peletakan batu pertama Tugu Bundaran Raja Ali Marhum Pulau Bayan Yang Dipertuan Muda Riau (YDM) V pada Jumat (10/7/2026) pagi.
Dimana proyek ini digadang-gadang akan menjadi ikon baru yang mempercantik estetika kota sekaligus memperkuat identitas budaya Melayu di Batam.
Kepala BP Batam yang juga Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa penataan infrastruktur ini merupakan langkah nyata untuk menyulap wajah kota menjadi lebih indah, bersih, dan rapi.
Penataan ini juga menjadi respons langsung terhadap instruksi Presiden agar seluruh pemerintah daerah merawat wilayahnya dengan baik, mengentaskan kawasan kumuh, serta menertibkan kabel-kabel maupun papan reklame yang semrawut. (Iman Suryanto)










