Kredit Perbankan Tumbuh Hampir 10 Persen
Salah satu indikator utama kekuatan ekonomi nasional terlihat dari kinerja sektor perbankan. Hingga April 2026, penyaluran kredit tumbuh 9,98 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp8.755 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Maret 2026 yang mencapai 9,49 persen.
Pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh Kredit Investasi yang melonjak 19,48 persen, diikuti Kredit Konsumsi sebesar 6,13 persen dan Kredit Modal Kerja sebesar 6,04 persen.
Kredit korporasi menjadi segmen dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 15,51 persen, sementara kredit UMKM mulai menunjukkan perbaikan dengan tumbuh positif 0,16 persen.
Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp10.077 triliun atau tumbuh 11,4 persen secara tahunan. Kondisi likuiditas perbankan juga masih berada pada level yang sangat memadai.
Kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) gross sebesar 2,17 persen dan NPL net 0,84 persen. Sementara rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) berada di level tinggi yakni 23,97 persen, menunjukkan kemampuan perbankan menyerap risiko masih sangat kuat.
Di tengah ketidakpastian global, pasar saham domestik mengalami koreksi cukup dalam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.127,38 atau turun 11,92 persen secara bulanan dan melemah 29,14 persen sejak awal tahun. Meski demikian, likuiditas pasar tetap terjaga dan aktivitas transaksi justru meningkat.
Rata-rata nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia melonjak menjadi Rp22,86 triliun. Sementara investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp4,10 triliun selama Mei 2026.
Menariknya, jumlah investor pasar modal terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Hingga Mei 2026, jumlah investor mencapai 27,75 juta orang atau meningkat 36,27 persen sejak awal tahun, dengan tambahan sekitar 1,26 juta investor baru hanya dalam satu bulan.
Di sisi penghimpunan dana, korporasi berhasil menggalang dana Rp68,18 triliun melalui pasar modal sepanjang tahun berjalan. Hal ini menunjukkan pasar modal masih menjadi sumber pembiayaan penting bagi dunia usaha.










