Pabrik Biodiesel Rengat Direaktivasi, Agrinas Palma Bidik Produksi 600 Ribu Ton

Menurutnya, investasi yang dibutuhkan untuk menghidupkan kembali fasilitas produksi biodiesel itu diperkirakan kurang dari Rp300 miliar.

Saat ini, Agrinas Palma Nusantara tengah menyiapkan proses tender untuk pekerjaan perbaikan fasilitas yang sudah lama tidak beroperasi.

Bacaan Lainnya

“Itu sudah FS, tinggal ini mau saya tenderkan sebentar lagi. Itu perbaikan aja sudah rusak. (Kapasitas) 600 ribu ton, biayanya murah enggak sampai Rp300 miliar,” ujarnya.

Reaktivasi pabrik biodiesel di Rengat diharapkan dapat memperkuat implementasi program mandatori B50 yang mulai diterapkan pemerintah sejak awal Juli 2026 sekaligus mendukung peningkatan pemanfaatan minyak sawit sebagai bahan baku energi terbarukan.

SUMBER: DETIK

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *