Pabrik Hidrogen Hijau Pertama Berbasis Panas Bumi di Indonesia Ditargetkan Beroperasi November 2026

Proyek tersebut dirancang sebagai sarana untuk menguji kelayakan komersial pengembangan hidrogen hijau, mulai dari struktur biaya, efisiensi teknologi, hingga model bisnis yang dapat diterapkan.

Hidrogen Hijau Ulubelu Jadi Proyek Percontohan

Oki menjelaskan, biaya produksi hidrogen hijau saat ini masih lebih tinggi dibandingkan hidrogen berbasis bahan bakar fosil atau grey hydrogen.

Bacaan Lainnya

Namun, peningkatan skala produksi dan dukungan kebijakan pemerintah diharapkan dapat mendorong biaya produksi menjadi lebih efisien sehingga hidrogen hijau dapat bersaing di pasar energi.

Ulubelu dipilih sebagai lokasi pengembangan karena memiliki sejumlah keunggulan. Wilayah tersebut telah memiliki infrastruktur panas bumi yang berkembang, pasokan listrik bersih yang stabil, ketersediaan cooling tower untuk kondensat, serta lokasi yang dekat dengan jalur distribusi Sumatra–Jawa.

Kondisi tersebut dinilai mendukung pengujian integrasi hidrogen ke dalam sistem energi sekaligus membuka peluang pemanfaatannya bagi sektor industri.

Pos terkait