KABAREKONOMI.CO.ID, Batam – Direktur PT Penawar Special Learning sekaligus Ketua Indonesia Autism Summit 2026 (INAS26), Ruwinah Abdul Karim, menegaskan bahwa proses terapi pada anak dengan autisme tidak bisa instan dan membutuhkan waktu serta konsistensi.
Menurutnya, masih banyak orang tua yang memiliki ekspektasi bahwa terapi dapat memberikan hasil cepat. Padahal, terapi autisme bukanlah “jalan pintas” yang bisa langsung menunjukkan perubahan dalam hitungan hari.
“Terapi ini bukan sihir. Tidak bisa hari ini datang, besok langsung terlihat hasilnya. Setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, durasi terapi sangat bergantung pada kondisi dan tingkat keparahan autisme yang dialami anak. Proses perbaikan bisa berlangsung dalam waktu yang bervariasi, mulai dari satu bulan, beberapa bulan, hingga satu sampai dua tahun.
Namun demikian, ia menekankan bahwa peluang perbaikan signifikan hingga mendekati kondisi optimal bisa dicapai apabila intervensi dilakukan sejak dini.









