Langkah ini dinilai efektif untuk membantu mempercepat proses pembuangan endapan yang mungkin masih tersisa di saluran rumah pelanggan setelah jaringan utama kembali beroperasi normal.
Tuty menjelaskan, pihak SPAM bersama Air Batam Hilir (ABHi) telah menurunkan tim teknis ke lapangan untuk melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi jaringan distribusi. Pemantauan dilakukan guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal dan pasokan air bersih dapat kembali normal secepat mungkin.
Tidak hanya itu, BP Batam juga berkomitmen meningkatkan penyampaian informasi kepada masyarakat agar pelanggan memperoleh pemahaman yang lebih baik terkait proses perbaikan maupun pemulihan layanan yang sedang berlangsung.
Menurutnya, transparansi informasi menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan sekaligus menghindari munculnya kekhawatiran di tengah masyarakat.
“Kami turut mengucapkan terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan kerja sama masyarakat selama proses pemulihan berlangsung. Pada prinsipnya, BP Batam bersama ABHi berkomitmen untuk memaksimalkan suplai air bersih bagi pelanggan,” tegasnya.
BP Batam berharap kondisi kualitas air di wilayah terdampak dapat segera kembali normal setelah proses penggelontoran jaringan selesai dilakukan. Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan apabila masih menemukan gangguan layanan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan. (***)
