Kondisi ini berpotensi memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah, mulai dari peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), penerimaan negara, hingga terbukanya peluang usaha bagi sektor pendukung lainnya.
Selain itu, keberhasilan pengembangan aktivitas ship-to-ship di Tanjung Berakit juga dapat memperkuat posisi Kepulauan Riau sebagai salah satu pusat layanan maritim dan logistik strategis di kawasan Asia Tenggara.
Dalam proses penjajakan kerja sama tersebut, Pemerintah Provinsi Kepri disebut memberikan dukungan penuh.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura dinilai memiliki peran penting dalam mendorong percepatan realisasi investasi dengan membangun komunikasi dan sinergi antara berbagai pihak yang terlibat.
Dukungan pemerintah daerah tersebut menjadi faktor penting untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, sekaligus memastikan seluruh proses berjalan sesuai regulasi yang berlaku.
Apabila kerja sama ini terealisasi sesuai rencana, kawasan Labuh Jangkar Tanjung Berakit diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak baru ekonomi maritim Kepri.
Kehadiran investor dan meningkatnya aktivitas kepelabuhanan diharapkan mampu memperkuat daya saing daerah, menarik investasi lanjutan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau dalam jangka panjang.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura di tempat terpisah menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus mempercepat langkah strategis untuk mendorong masuknya investasi dan menciptakan lapangan kerja baru melalui pembangunan pelabuhan laut serta kawasan industri terpadu di Bintan Utara.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, saat memimpin rapat koordinasi lanjutan guna mematangkan rencana pengembangan proyek strategis tersebut beberapa waktu lalu.
