KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Semangat kebersamaan dan harapan besar mewarnai dimulainya pembangunan Rumah Wakaf Qur’an yang digagas oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Batam.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pekerjaan borpile di kawasan Tiban Mc. Dermot No. 1, Batam, Jumat pagi, di bawah hangatnya sinar matahari yang menyertai doa dan harapan masyarakat.
Momentum awal pembangunan ini ditandai dengan doa bersama yang dihadiri tokoh masyarakat RT 01, 03, dan 04 Tiban Indah, warga sekitar, serta jajaran pengurus BWI Batam. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dewan Pertimbangan BWI Batam, Ir. Moch. Arief, serta Bendahara BWI Batam, Syarifuddin, ST., MEI.
Suasana khidmat terasa saat doa bersama dipanjatkan. Selain sebagai ungkapan rasa syukur atas dimulainya pembangunan, doa tersebut juga menjadi simbol harapan akan keberkahan bagi para wakif—para dermawan yang telah berkontribusi dalam proyek ini.
Tak hanya itu, doa juga dipanjatkan agar seluruh proses pembangunan berjalan lancar, aman, dan mampu menghadirkan manfaat jangka panjang bagi umat. Para pengurus BWI Batam berharap Rumah Wakaf Qur’an nantinya dapat dikelola secara profesional sehingga menjadi pusat manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Pembangunan Rumah Wakaf Qur’an ini diproyeksikan menelan biaya sekitar Rp3 miliar dengan konsep bangunan tiga lantai yang mengintegrasikan pendidikan, ekonomi, dan pembinaan generasi Qur’ani.
Rencana pemanfaatan setiap lantai meliputi, Lantai pertama akan difungsikan sebagai gerai usaha mandiri yang menjadi sumber pendapatan berkelanjutan; lantai kedua dirancang sebagai pusat kegiatan pendidikan dan pembinaan masyarakat; dan lantai ketiga akan menjadi fasilitas pondok (boarding) bagi para santri.
Konsep tersebut menjadikan Rumah Wakaf Qur’an bukan sekadar bangunan fisik, tetapi sebagai model wakaf produktif yang menggabungkan pendidikan dengan kemandirian ekonomi.
Keberhasilan pembangunan dan pengelolaan Rumah Wakaf Qur’an sangat bergantung pada dukungan berbagai pihak. BWI Batam menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat luas untuk mewujudkan pengelolaan wakaf yang transparan, profesional, dan berdampak nyata.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem wakaf di Batam, sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak aset wakaf produktif di masa depan.
Dimulainya pembangunan Rumah Wakaf Qur’an menjadi bukti kesungguhan BWI Batam dalam mengemban amanah wakaf masyarakat. Dari tempat ini diharapkan akan lahir generasi santri dan pelajar penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga mandiri secara ekonomi.
BWI Batam juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat yang telah berpartisipasi melalui wakaf, termasuk wakaf tunai. Wakaf dipandang sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, sekaligus bentuk kontribusi nyata dalam membangun peradaban umat yang lebih baik dan berkelanjutan.
Dengan dimulainya pembangunan ini, Rumah Wakaf Qur’an di Tiban diharapkan menjadi simbol kebangkitan wakaf produktif di Batam—sebuah langkah kecil hari ini untuk manfaat besar di masa depan. (***)










