Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama dengan sistem pendidikan yang sepenuhnya gratis. Seluruh kebutuhan siswa akan ditanggung pemerintah, mulai dari biaya pendidikan, tempat tinggal, makan, seragam, perlengkapan sekolah hingga pembinaan karakter.
Program ini ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem agar memperoleh kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan berkualitas.
Selain meningkatkan akses pendidikan, pembangunan Sekolah Rakyat juga diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia yang unggul, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pendidikan.
Pemprov Kepri menilai keberadaan Sekolah Rakyat juga akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Selain membuka lapangan kerja selama proses pembangunan, keberadaan sekolah ini akan menggerakkan perekonomian lokal melalui aktivitas konstruksi maupun operasional sekolah di masa mendatang.
Sebelumnya, Gubernur Kepri telah menugaskan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura untuk memantau langsung kesiapan pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah.
Pada tahap awal tahun 2026, pembangunan Sekolah Rakyat dilaksanakan di Kota Tanjungpinang, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Kabupaten Natuna, sementara Sekolah Rakyat tingkat Provinsi Kepri dipersiapkan dibangun di kawasan Dompak sebagai bagian dari pengembangan tahap berikutnya.
Melalui pembangunan Sekolah Rakyat, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berharap semakin banyak anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas sehingga mampu meningkatkan daya saing sumber daya manusia serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kepri secara berkelanjutan. (Iman Suryanto)










