Pengorbanan Iman Sutiawan yang Terpatri di Balik Berdirinya Masjid di Pulau Kasu

Ketua DPD Partai Gerindra Kepulauan Riau sekaligus Ketua DPRD Provinsi Kepri, Iman Sutiawan
Ketua DPD Partai Gerindra Kepulauan Riau sekaligus Ketua DPRD Provinsi Kepri, Iman Sutiawan

Tak hanya pembangunan masjid dan pesantren, warga juga menilai Iman Sutiawan selama ini cukup aktif memperjuangkan berbagai kebutuhan masyarakat pesisir dan hinterland di Kepulauan Riau.

Mereka menyebut perhatian tersebut terlihat melalui berbagai upaya mendukung pemberdayaan masyarakat hingga menyuarakan persoalan nelayan, termasuk mengenai kebutuhan bahan bakar subsidi.

Bacaan Lainnya

Belakangan, ketenangan warga terusik setelah muncul unggahan Ketua LIRA Kepri, Yusril Koto, yang menyebut adanya dugaan “proyek siluman” di Pulau Kasu. Pernyataan tersebut memicu reaksi masyarakat karena dinilai tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Melalui video yang diunggah akun TikTok @alelback, masyarakat menegaskan bahwa seluruh pembangunan di Pulau Kasu merupakan hasil swadaya warga dan tidak berkaitan dengan proyek fiktif ataupun proyek yang tidak jelas asal-usulnya.

Tokoh masyarakat, pemuda, hingga perwakilan Forum RT/RW Pulau Kasu menyampaikan kekecewaan mereka. Menurut mereka, penggunaan istilah “proyek siluman” bukan hanya menyasar sebuah bangunan, tetapi juga mencederai semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat pulau.

Sebagai bentuk keterbukaan, warga bahkan mengundang Yusril Koto untuk datang langsung melihat proses pembangunan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Kami mengundang Ketua LIRA Kepri datang ke Pulau Kasu. Silakan periksa dan telusuri bagaimana pembangunan ini dilakukan,” ujar seorang tokoh masyarakat.

Perwakilan Forum RT/RW Pulau Kasu, Dani, menegaskan bahwa masyarakat menjadi saksi atas perjalanan pembangunan sejak 2018 hingga kini.

“Kami yang menyaksikan langsung pembangunan di Pulau Kasu. Perjuangan ini dimulai sejak tahun 2018 hingga 2026 dan masih terus berjalan. Ini bukan pekerjaan yang baru dilakukan sekarang. Atas ucapan dan tudingan proyek siluman tersebut, kami meminta pertanggungjawaban,” katanya.

Ia menambahkan, apabila tidak ada itikad baik untuk memberikan klarifikasi, masyarakat siap menempuh langkah lanjutan, termasuk menggelar aksi di Kantor LIRA Kepri di Batam.

Aspirasi masyarakat Pulau Kasu sendiri telah disampaikan melalui aksi pada Senin (15/6/2026). Sekitar 1.050 warga mendatangi Kantor LIRA Kepulauan Riau di kawasan Grand BSI, Batam Kota.

Bagi masyarakat Pulau Kasu, kisah pembangunan masjid dan pesantren bukan hanya tentang berdirinya sebuah bangunan. Lebih dari itu, bangunan tersebut menjadi simbol kebersamaan, pengorbanan, dan gotong royong yang mereka jaga selama bertahun-tahun.

Karena itulah, mereka berharap perjuangan tersebut tidak dipandang sebagai sesuatu yang keliru, melainkan sebagai bukti bahwa sebuah komunitas kecil mampu membangun masa depannya dengan kekuatan sendiri. (***)

Pos terkait