Dari sisi keselamatan dan operasional, Anton menegaskan bahwa seluruh rangkaian angkutan Nataru berjalan terkendali. Tercatat masing-masing satu kejadian pesawat divert dan RTA, serta dua pesawat RTB, yang seluruhnya dapat ditangani sesuai prosedur tanpa mengganggu keselamatan penerbangan.
“Yang terpenting, kegiatan angkutan Nataru tahun ini berjalan lancar dan zero accident. Maskapai juga konsisten menerapkan ketentuan PM 89 Tahun 2015 terkait penanganan keterlambatan penerbangan,” tegasnya.
Kinerja positif Bandara Hang Nadim selama Nataru ini dinilai menjadi indikator meningkatnya aktivitas ekonomi dan pariwisata di Batam dan sekitarnya, sekaligus memperkuat peran bandara sebagai salah satu hub strategis transportasi udara di wilayah barat Indonesia. (Iman Suryanto)
