KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM — Aktivitas transportasi udara di Bandara Internasional Hang Nadim Batam menunjukkan kinerja positif selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Selama 19 hari operasional posko terpadu, pergerakan penumpang dan penerbangan mencatatkan pertumbuhan signifikan, mencerminkan kuatnya mobilitas masyarakat sekaligus geliat ekonomi regional Kepulauan Riau.
Direktur Operasi Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Anton Marthalius, menyampaikan bahwa Posko Terpadu Angkutan Nataru 2025/2026 telah resmi ditutup setelah beroperasi sejak 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, sesuai Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor IR DJPU 06 Tahun 2025.
“Selama periode Nataru, total penumpang yang dilayani mencapai 244.339 orang dengan 1.701 pergerakan penerbangan serta angkutan kargo sebesar 1.729 ton,” ujar Anton dalam laporan penutupan posko.
Dari sisi pertumbuhan, jumlah penumpang tercatat naik 5,3 persen, sementara pergerakan pesawat tumbuh 6,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, kargo udara mengalami koreksi minus 3,2 persen, seiring penyesuaian pola distribusi logistik pasca akhir tahun. Rata-rata ketepatan waktu penerbangan (On Time Performance/OTP) selama periode ini berada di angka 70,5 persen.
Puncak arus mudik Natal terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025, dengan 15.743 penumpang dan 103 penerbangan. Sementara itu, puncak arus balik Tahun Baru tercatat pada Sabtu, 3 Januari 2026, dengan lonjakan hingga 18.033 penumpang dan 109 penerbangan dalam satu hari.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, sejumlah maskapai melakukan penyesuaian armada dengan menghadirkan pesawat berbadan lebar serta membuka 113 penerbangan ekstra selama masa Nataru. Puncak extra flight terjadi pada 3 Januari 2026 dengan 12 penerbangan tambahan dalam sehari.
