Di sisi lain, penyelenggaraan IMOX sendiri menjadi platform strategis yang mempertemukan lebih dari ribuan pelaku industri global, sekaligus membuka peluang investasi dan kerja sama lintas negara.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, asosiasi, dan pelaku industri, IMOX 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga motor penggerak ekonomi maritim yang berkelanjutan di Batam.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ajang Indonesia Marine & Offshore Expo (IMOX) 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu magnet industri maritim nasional. Tidak sekadar menjadi etalase teknologi, pameran ini juga menjadi arena strategis perburuan transaksi bisnis bernilai besar di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Kenny Yong, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan tahun ini menargetkan nilai transaksi hingga USD 20 juta, melonjak signifikan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang berada di kisaran USD 5 juta.
“Target tahun ini sekitar USD 20 juta. Memang naik, tapi kondisinya berbeda karena pasar global masih menahan diri,” ujar Kenny saat ditemui di Batam, Rabu (5/9/2026).
Menurutnya, kondisi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian telah mengubah pola belanja pelaku industri maritim dan offshore. Perusahaan kini cenderung lebih berhati-hati, dengan fokus utama pada efisiensi operasional dan perawatan (maintenance), dibandingkan ekspansi atau investasi besar.
“Banyak yang datang bukan langsung beli, tapi lihat dulu. Mereka lebih fokus maintenance dibanding investasi baru,” jelasnya.










