“Kami tidak ingin ada anak Kepri yang putus sekolah. Jika ada orang tua yang tidak mampu, laporkan melalui RT, RW hingga perangkat desa atau kelurahan. Pemerintah siap menyekolahkan,” tegasnya.
Selain itu, Pemprov Kepri juga terus memperluas program beasiswa bagi mahasiswa di berbagai daerah, termasuk Batam, Tanjungpinang, Yogyakarta, Riau, hingga Bandung.
Menurut Wakil Gubernur, peningkatan kualitas pendidikan turut berdampak pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri yang terus meningkat. Pada 2025, IPM Kepri mencapai 80,53 dan menempatkan provinsi ini pada peringkat pertama di Sumatera serta ketiga secara nasional.
Ia menambahkan, kemudahan akses pendidikan, kesehatan, dan lapangan pekerjaan diyakini menjadi kunci pertumbuhan ekonomi daerah. Kota Batam disebut sebagai penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Kepri karena perannya sebagai pusat industri dan lapangan kerja.
Melalui momentum peringatan Hari Kartini dan Hardiknas ini, Pemprov Kepri berharap sinergi lintas sektor semakin kuat dalam mendorong pemberdayaan perempuan dan kemajuan pendidikan demi terwujudnya Kepri yang gemilang. (Iman Suryanto)
