Pertamina Bangun Kilang Bioavtur Rp17 Triliun di Cilacap, Mulai Operasi 2029

Dorong Kemandirian SAF Nasional

Hermawan menegaskan pembangunan proyek tersebut menjadi salah satu upaya Pertamina untuk memperkuat kemandirian SAF nasional sekaligus mendorong pengembangan energi hijau melalui pemanfaatan minyak jelantah.

“Jadi manfaat proyek ini adalah melalui pemanfaatan UCO atau waste feedstock. Jadi, bahan yang biasanya dibuang dan menjadi limbah, nanti kita olah produk itu menjadi bahan yang bermanfaat dan bernilai tinggi,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Menurut perhitungan Pertamina, beroperasinya kilang bioavtur tersebut nantinya berpotensi menyerap sekitar 5.900 tenaga kerja.

Selain itu, produksi SAF dari proyek ini diperkirakan mampu memberikan kontribusi terhadap pengurangan emisi tahunan sekitar 600.000 tCO2e.

Pertamina juga menargetkan tingkat penyerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 30% dalam proyek kilang bioavtur tersebut.

Dengan pemanfaatan UCO sebagai bahan baku, proyek ini diharapkan tidak hanya menghasilkan bahan bakar penerbangan berkelanjutan, tetapi juga mengubah limbah menjadi produk bernilai tinggi sekaligus mendukung penguatan ekosistem energi hijau di Indonesia.

SUMBER: KONTAN

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *