“Tidak mungkin kalau cuma Pertamina NRE saja. Tapi nanti energi yang dihasilkan itu akan dikelola oleh PLN, dan bisa disalurkan ke masyarakat melalui PLN, maka PLN jadi leader dalam proyek PLTS seperti ini,” jelasnya.
Meski memiliki potensi besar, Indira menyebut pengembangan EBT di Sumbar tetap memiliki tantangan yang perlu diperhatikan. Setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda, termasuk kondisi geografis dan potensi bencana.
Menurut dia, wilayah Sumbar memiliki sejumlah ancaman seperti longsor dan titik api yang perlu menjadi perhatian dalam aspek Hydrocracking Complex (HCC).
“Jadi pertama aspek HCC yang perlu kami review lebih detail lagi, yang kedua dari aspek pendanaan,” tegasnya.
Pertamina NRE Dorong Kolaborasi Investor
Dari sisi pendanaan, Indira mengatakan pengembangan EBT membutuhkan biaya yang tidak kecil. Karena itu, kolaborasi dengan investor menjadi salah satu opsi yang dapat dilakukan.
Ia juga optimistis terdapat berbagai pihak yang bersedia memberikan dana hibah untuk mendukung pengembangan industri energi baru.
Pertamina NRE, kata Indira, akan mengoptimalkan berbagai peluang tersebut agar kolaborasi dan pendanaan untuk pengembangan energi terbarukan dapat semakin kuat.
“Dan ini memang sudah masuk dalam agenda Pertamina, hanya saja kalau ada kolaborasi akan lebih kami tingkatkan lagi,” ujarnya.
Selain aspek investasi, Pertamina NRE juga memastikan pengembangan energi hijau tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.
Indira mengatakan perusahaan memiliki tim corporate secretary dan external relations yang akan menggali berbagai persoalan di lapangan, khususnya yang berkaitan dengan masyarakat di wilayah pedalaman.
“Kami ada tim dari corporate secretary maupun dari pihak external relations yang akan menggali lebih detail apa saja masalah, terutama untuk masyarakat-masyarakat pedalaman itu sangat kami hormati untuk kehadirannya,” katanya.
Menurutnya, aspek sosial masyarakat sekitar juga menjadi salah satu pertimbangan penting dalam setiap rencana pengembangan proyek energi terbarukan.
Gandeng Unand Siapkan SDM Energi Hijau
Sebagai langkah awal pengembangan kegiatan di Sumbar, Pertamina NRE menggandeng Universitas Andalas (Unand). Perguruan tinggi tersebut dinilai memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap karakteristik wilayah lokal.
“Jadi tidak semuanya kami support sendiri,” ucap Indira.
Kerja sama dengan Unand telah dimulai melalui kegiatan Pertamina Goes to Campus (PGTC), termasuk program Pertamuda yang mendorong pengembangan kemampuan kewirausahaan mahasiswa sesuai dengan kurikulum universitas.
