Pertamina NRE Lirik Potensi EBT Sumbar 10.054 MW, PLTS Jadi Salah Satu Fokus Pengembangan

KABAREKONOMI.CO.ID, PADANG — Sumatera Barat (Sumbar) menyimpan potensi energi baru terbarukan (EBT) mencapai 10.054 megawatt (MW). Besarnya potensi tersebut membuka peluang investasi untuk pengembangan energi hijau sekaligus menopang kebutuhan energi nasional.

Berdasarkan data Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumbar tahun 2024, potensi EBT di Ranah Minang berasal dari berbagai sumber, mulai dari energi air, panas bumi, tenaga surya hingga energi angin.

Bacaan Lainnya

Untuk energi air atau hydropower, Sumbar memiliki potensi sekitar 1.100 MW, namun baru sekitar 29,75 persen yang telah dimanfaatkan.

Sementara itu, potensi panas bumi (geothermal) mencapai 1.705 MWe (Megawatt Energi) dengan tingkat pemanfaatan baru sekitar 5 persen.

Potensi terbesar berasal dari energi surya yang mencapai 5.898 MW. Namun, pemanfaatannya saat ini masih sangat rendah, yakni baru sekitar 1 persen.

Selain itu, Sumbar juga memiliki potensi energi angin atau bayu yang diperkirakan mencapai 428 MW. Potensi tersebut tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Solok, Pasaman, Solok Selatan, Tanah Datar dan daerah lainnya.

Besarnya potensi tersebut turut mendapat perhatian dari PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) yang merupakan subholding Pertamina dan bergerak dalam pengembangan energi baru terbarukan secara terintegrasi.

Direktur SDM dan Penunjang Bisnis Pertamina NRE Indira Pratyaksa mengatakan, perusahaan saat ini mendapat target besar dari pemerintah untuk mendukung produksi energi hingga 100 gigawatt (GW).

Target tersebut membuat Pertamina NRE perlu melakukan berbagai upaya untuk menggarap potensi EBT di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumbar.

“Saat ini kami mengikuti alur yang dilakukan oleh PT PLN, karena PLN yang menjadi leader dari proyek yang terkait dengan PLTS 100 GW ini,” kata Indira usai kegiatan Pertamina NRE Goes to Campus di Universitas Andalas Padang, Jumat (4/9/2026).

Ratusan Titik PLTS Akan Dikembangkan

Indira menjelaskan, sinergi Pertamina NRE dengan PT PLN telah dilakukan melalui kolaborasi transisi energi dalam program Mentari atau Menuju Transisi Energi Rendah Karbon Indonesia.

Untuk program Mentari Nusantara 1, pengembangannya berada di wilayah Kalimantan. Selanjutnya, terdapat rencana pengembangan PLTS di hampir 700 titik di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Indira, pemetaan potensi EBT di Sumbar menjadi kewenangan PLN karena perlu mempertimbangkan keberadaan gardu-gardu listrik terdekat.

Pengembangan energi terbarukan tersebut juga tidak hanya melibatkan Pertamina NRE dan PLN, tetapi turut membutuhkan sinergi dengan Kementerian ESDM.

Pos terkait